//Hehehe pak eko nyuruh bikin artike tentang linux and open source ::::::: iseng di post ahhhh
Open Source ????
Dalam dunia software komputer, terdapat dua aliran pengembangan suatu software. Yang pertama adalah software yang dikembangkan dengan source code (kode sumbernya ) tertutup sehingga kita harus meminta membayar sejumlah uang sebagai royalti terhadap penemunya jika ingin menggunakan atau memodifikasinya. Yang kedua adalah software yang dikembangkan dengan source code terbuka (open source) sehingga kita bisa dengan mudah memakai, mengembangkan bahkan memodifikasi sesuai dengan kebutuhan kita tanpa harus meminta izin atau membayar royalti kepada si penemunya.
Mengapa Opensource???????
Dengan opensource, pengembangan perangkat lunak lebih mudah, cepat dan efisien. Hal ini dikarenakan proyek ini dikerjakan oleh programmer dan hacker dari seluruh penjuru dunia yang dengan sukarela menyumbangkan ide, pemikiran dan keahliannya untuk memperbaiki kelemahan suatu sistem software demi mewujudkan suatu sistem yang lebih stabil. Namun kita tidak boleh seenaknya memodifikasi suatu software yang opensource lalu mengklaim sebagai hasil karya kita. Terdapat suatu etika dimana kita bebas menggunakan dan memodifikasi asalkan mencantumkan nama si penemu software tersebut. Assosiasi yang menangani hal tersebut adalah GNU yang diketuai oleh Richard Stallman. GNU ini awal mulanya adalah suatu proyek untuk membangun suatu sistem operasi seperti “Unix” lengkap denga compiler, utilities, tools, software aplikasi yang semuanya ditulis secara open source. Itulah mengapa namanya GNU (Genue Not Unix). Sehingga software opensource biasanya terdapat Tulisan GNU General Public License.
Hubungannya dengan Linux????.
Linux merupakan salah satu operating system seperti halnya “Microsoft Windows”, namun dibuat dibawah GNU General Public Licence. Kernel Linux pertama kali di tulis oleh Linus Torvalds, ketika masih kuliah di Universitas Helsinki. Awalnya karena rasa tidak puas si Linus terhadap Minix (mini Unix) sehingga dia mulai mengotak-atik kernel minix dan melahirkan kernel linux yang pertama. Kernel tersebut kemudian dilempar ke internet sebagai proyek opensource.
Perkembangannya????
Setelah dilemparkan ke internet sebagai proyek OpenSource tahun 1992, ternyata kernel tersebut mendapat animo yang cukup tinggi dari programmer dan hacker dari seluruh dunia. Sehingga dalam rentang 2 tahun sejak kemunculannya, sudah keluar versi linux yang stabil dan lengkap. Bahkan hanya dengan hitungan bulan linux berbasis GUI (Graphic User Interface) system “windows” X11R6 distribusi XFree-86 versi 3.0.
Karena sifatnya yang Open Source, banyak distro linux bermunculan menawarkan kemudahan-kemudahan bagi end user dengan kelebihan-kelebihan masing-masing. Distro-distro yang terkenal diantaranya Slackware, Mandriva, Debian, SuSE, Fedora, Ubuntu, Red Hat, Knoppix. Pada intinya semua distro itu sama, sama-sama menggunakan kernel linux. Yang membedakannya adalah pemaketannya dan fasilitas yang ditawarkan. Misalnya untuk jaringan, slackware merupakan distro yang paling handal. Untuk user yang menginginkan sentuhan grafis yang indah dan user friendly bisa memakai ubuntu atau mandriva. Bagi yang mementingkan performa dengan spesifikasi computer minim, bisa memakai debian sebagai alternatif. Untuk informasi lengkap tentang masing-masing distro, bisa diakses lewat official websitenya masing-masing. Tinggal dipilih distro mana yang paling sesuai dengan kebutuhan.
Yang perlu diketahui tentang linux?????
Hal mendasar yang perlu diketahui tentang linux adalah struktur direktori di linux dan perintah dasar di linux. Berbeda dengan system operasi lain yang mengenal media storage . Di Linux tidak mengenal adanya media storage. Yang ada hanya direktori, dimana direktori tertinggi adalah root (“/”).
Masing-masing distro memiliki perbedaan-perbedaan dalam menyusun direktori ini tergantung dari pengembangannya. Perbedaan ini membuat paket-paket software suatu distro kemungkinan besar tidak bisa dipasang karena perbedaan peta directory. Misalnya RPM untuk suSE tidak akan akan berjalan dengan baik pada mandrake karena perbedaan peta directory masing-masing distro tersebut. Jika kita sering mengexplorasi linux kita, hal itu bukan menjadi kendala.
Mengapa Direktory penting?????
Mempelajari direktori sangat penting bagi pengguna baru karena kita perlu tahu dimana file-file penting seperti program-program, library-library berada. Seperti yang dijelaskan di atas, struktur directory tertinggi adalah root (“/”). Di dalam directory root terdapat directory :
*
/bin , directory ini berisi file-file binner untuk perintah-perintah yang biasanya memuat shell seperti bash , csh dan lain-lain.
*
/etc, directory ini berisi file-file admin dan alat-alat untuk mengconfigurasi file system.
*
/dev, directory ini berisi file-file yang mengendalikan berbagai peripheral hardware.
*
/home, directory ini berisi data-data personal anda, file-file khusus account para pengguna.
*
/tmp, directory ini merupakan tempat penyimpanan sementara.
*
/usr, directory ini berisi program dan utility-utility ekstra seperti games, program yang didistribusikan lewat source codenya dan lain sebagainya.
*
/media, directory ini berisi mount dari harddisk, CD, DVD dari computer kita. Jika kita mencolokkan USB, flashdisk kita akan di mount pada directory ini.
Bagaimana dengan perintah dasar linux????
Walaupun linux zaman sekarang sudah didistribusikan dengan grafik user interface yang bagus, indah dan user friendly, namun hal itu hanyalah untuk mempermudah user saja. Berdasarkan pengalaman, penggunaan terminal untuk menjalan perintah linux, jauh lebih handal dibandingkan dengan menggunakan GUI. Dalam menjalankan perintah dasar linux, terdapat perintah-perintah yang hanya bisa dijalankan jika kita berstatus sebagai super user ditandai dengan “#”. Dalam status kita sebagai user biasa hanya ditandai dengan “$”. Oleh karena itu dengan mengetahui perintah dasar linux, pengoperasin linux menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Beberapa perintah dasar tersebut antara lain :
*
Man , man adalah sebuah perintah yang paling useful bagi penggguna baru, karena dengan perintah ini kita bisa menampilkan manual dari suatu perintah. Syntax nya :
$ man
*
Adduser dan passwd, perintah ini digunakan untuk menambah user baru. Peintah ini diikuti dengan perintah passwd yang berfungsi untuk membuat password yang bersangkutan. Syntaknya :
# adduser
# passwd
*
Cat, perintah ini berfungsi untuk menampilkan isi dari sebuah file di layar, contohnya :
$ cat /directory/filenya
*
Cp, perintah ini berfungsi untuk menyalin atau mengcopy file, syntaknya :
$ cp /dir/namafile /dirtujuan
*
Grep, sebuah perintah untuk mencari file-file yang mengandung teks dengan criteria yang anda tentukan :
$ grep
*
Gzip, perintah ini berfungsi untuk mengkompresi sebuah file. Syntaknya :
$ gzip
*
Halt, perintah ini berfungsi untuk mematikan system. Perintah ini hanya bisa dijalanakan jika kita berstatus super user.
*
Ls, perintah ini berfungsi untuk menampilkan isi dari sebuah direktori.
*
Mkdir, perintah ini berfungsi untuk membuat direktori baru.
*
Mv, mv berfungsi untuk memindahkan file dari suatu lokasi ke lokasi yang lainnya.
*
Rm, berfungsi untuk menghapus file namun secara default tidak menghapus direktori.
*
Rmdir, berfungsi untuk menghapus direktori yang kosong.
*
Su, perintah ini kita gunakan jika akan login sebagai super user.
*
Tar, berfungsi untuk mengekstrak file berekstensi tar. Syntak nya :
$ tar
Berkenalan Dengan Linux
The Processor
//Behind the scene
Beberapa hari yang lalu, waktu lagi asik nongkrong di kampus lagi buat tugas, ada temen minta tolong untuk membuat perbandingan antara processor intel dan amd. Weaks….. herannya, kok dengan pd-nya minta tolong ma ak. Dari mana dia yakin kalo gw mampu jawab.?????
//Think more deep
Mengingat yang minta tolong merupakan anak TI yang cukup sangar dan udah ngambil mata kuliah Peripheral Komputer, sedangkan diriku masuk dalam golongan biasa dan belum ngambil mata kuliah yang bersangkutan membuat harus berpikir dua kali apa yang dimaksud dengan membuat perbandingan processor intel dan amd, karena objek yang akan dibandingkan tu sangat luas. Dan tentu saja, denga meminta bantuan dari mbah google masalah akan terselesaikan dengan mudah kok malah nanya ama diriku yang cupu ini. [Anehnya kok aku mau-mau aja ya dimintai tolong, entah karena ga bisa nolak or ga berani nolak ^_^]?
//more question….. Yang akan dibandingkan
Apakah dari segi kegunaannya semisal untuk server, desktop or laptop??????
Apakah dari segi arsitekturnya???????????
Apakah dari segi teknologinya??????
Ataukah dari segi harganya?????
Entah diriku yang terlalu berpikir rumit atau aku yang kuper dan ga tau, karena diriku mrasa bakalan jadi satu skripsi kalau di bahas semuanya karena banyaknya variant dari kedua processor tersebut. Semisal kita akan membahas mengenai arsitektur, tentunya setiap generasi memiliki arsitektur yang berbeda………….
//Prepare a cofee
Akhirnya kubuat ulasan singkat saja tentang Intel vs AMD ini berdasarkan pengalaman dan pengetahuanku yang seadanya, karena udah terlanjur janji…. [yang request harus ngasi comment lhoooo….. hehehehheheh]
//Berawal dari strategi bisnis
Dahulu sewaktu masih kanak-kanak, ada banyak sekali vendor processor yang beredar di pasaran seperti cyric, cruso, AMD (Advance Micro Device), Intel dan masih banyak lainnya. Namun lama-lama kelamaan yang masih terdengar hanyalah AMD dan Intel. Hal ini mungkin dikarenakan produsen lain tidak mampu meningkatkan produksinya atau perusahannya sudah diakuisi oleh perusahan lain ( i don’t know…. ^_^). Ketika diriku masih SD-SMP gaung Intel jauh lebih terdengar dari pada AMD. Tampaknya Intel telah berhasil menanamkan brand image dengan slogan “Intel Inside”-nya. Tapi memang Intel yang dikatakan terbaik pada zaman itu baik pada computer desktop ataupun server (kalau laptop ga tau…. mungkin karena dulu laptop masih menjadi barang yang langka).
//Persaingan mulai seru
Angin persaingan mulai terdengar ketika AMD mengeluarakan teknologi Athlon dan bersiap untuk meluncurkan processor 64bit untuk Desktop dilanjutkan dengan teknologi multi core untuk menyaingi rivalnya. Intel yang masih terlena dengan semboyan “Intel Inside”-nya mulai kelabakan. Di saat Intel masih berkutat dengan frekuensi, AMD menawarkan inovasi teknologi dengan harga yang lebih murah. Khabarnya Intel sampe menjual salah satu divisinya dan mem-PHK pegawainya. dan tentunya agar bisa bertahan Intel harus mengeluarkan produk baru. dan yang namanya persaingan, setiap Intel menelurkan suatu produk baru, AMD sudah bersiap untuk mengeluarkan produk dengan kualitas yang sama.
//Mulai menjabarkan
Karena AMD dan Intel yang masing-masing mengeluarkan produk yang bersaing dan bahkan berkesan “menyamai”, membuat konsumen yang sering mengupdate informasi tentang perkembangan processor bingung memilih antara keduanya (kecuali konsumen yang masih terkena pengaruh “pentium berapa?” atau logo “Intel inside”, heheheh termasuk diriku kayaknya). Di setiap lirisnya, perbandingan dibuat untuk mengetahui yang terbaik diantara keduanya. Lagi-lagi “terbaik” menjadi relatif ketika dihadapkan kepada tujuan digunakannya processor tersebut karena masing-masing vendor memiliki kelebihan dan kekurangan tergantung yang mana yang kita butuhkan.
================================================================
Weleh, ternyata udah jam 1.45 Dini hari *** pantes aja cofee udah ga mempan, Tidur bentar ah….
================================================================
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
I’m back again=========>Update ::: Winamp ::: Naruto OST – The Raising Fighting Spirit
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
//Duel teknologi
Ketika peningkatan performa dengan hanya meningkatan frekuensi dan clock sudah hampir mentok, Intel pertama kali mengeluarkan konsep Hyper Threading Technology yang menggunakan lebih dari satu jalur thread dalam sebuah processor sehingga mempercepat pemrosesa data karena seolah-olah system dikerjakan oleh lebih dari satu processor. AMD tak mau kalah dengan mengusung Hyper Transport Technology yang menggandakan Bus pada jalur system sehingga data yang dapat dihantar dalam suatu waktu lebih banyak karena lalulintas data yang lebih cepat. Konsep Hyper threading Intel lebih populer pada zaman itu, namun kenyataannya hyper threading technology tidak benar-benar terasa kinerjanya karena pada saat itu, masih jarang software yang mendukung teknologi tersebut. Ketika dari sisi software sudah mapan, Intel keburu disalip oleh AMD yang lebih dahulu mengeluarkan konsep multiprocessor yang tentu saja lebih handal dari pada hanya virtual processor.
Teknologi pendukung mulai dikembangkan seperti Execute Disable Bit (xd Bit) dimana dengan teknologi ini processor dimungkinkan untuk mengenali data-data yang mengandung virus dan sejenisnya lalu memindahkannya ke buffer overflow sehingga tidak akan dieksekusi oleh processor. AMD juga mengeluarkan teknologi yang hampir serupa dengan mengeluarkan teknologi Enhanced Virus Protection (EVP).
Ketika masing-masing vendor terus meningkatkan kinerja processor, konsumsi power, panas dan kebisingan menjadi dilema, secara eksplisit bisa kita bandingkan besarnya kipas processor dari masa ke masa. AMD mengeluarkan teknologi Cool ‘n quiet dimana dengan teknologi ini memungkinkan penggunaan power yang efektif dan sistem yang lebih hening. Sedangkan Intel meluncurkan Enhanced Intel Speedstep Technology (EIST) dimana voltase dan frekuensi processor disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi sehingga penggunaan power dan suhu dapat berkurang. (Teknologi ini awalnya dikembangkan untuk processor yang diembed pada laptop dengan nama Centrino for Mobile, namun pada Intel processor 820 untuk desktop, teknologi ini sadah ada.)
Teknologi lain yang dikembangkan oleh AMD adalah Integrated Memory Controller yang Memungkinkan Processor untuk melakukan pengaksesan memory langsung tanpa melewati chipset northbridge terlebih dahulu. Sedangkan Intel lebih memilih meningkatkan performa FSB (Front Side Bus)-nya dengan teknologi Quad Pumping dimana dengan teknologi ini bisa menggandakan FSB asli sampai empat kali lipat. Misalnya processor Pentium D 805 (2,66 GHz, FSB 533 MHz) berarti FSB aslinya adalah 133 MHz.
//Duel Arsitektur
Tidak puas hanya dengan duel Teknologi, Arsitektur processor terus di obrak-abrik untuk mendapatkan kinerja paling optimal, konsumsi daya paling rendah, optimalisasi lainnya dan tentunya harga yang bersaing.
AMD membuka hawa persaingan yang menggebrak dengan pertama kali mengeluarkan processor berarsitektur 64bit dengan dilaunchingnya Athelon64 dan Athelon64 FX untuk PC Desktop dan AMD Turion64 untuk Laptop dan Notebook. Sayangnya, pada waktu pertama kali di launching, blum banyak software OS yang mendukung teknologi 64bit ini terutama Windows (secara windows vendos OS paling sangar saat itu). Intel tak mau kalah dengan mengeluarkan Intel Extended Memory 64 Technology (Intel EMT64). Baru setelah itu Industri processor mulai berubah dimana teknologi 32bit mulai ditinggalkan. Dampaknya ketika Windows mengeluarkan Windows XP 64bit, AMD telah siap sedangkan Intel belum mapan.
//slow down ::: flash back (sambil nyari inspirasi)
::: Winamp ::: 2Pac – Change=======================
Hmmm…. sempat bingung juga ketika berbicara masalah arsitektur processor dari kedua vendor processor raksasa ini. Bingung harus mulai dari mana, sudah dari zamannya Intel P3 dan AMD K7 perang arsitektur sudah amat sangar. Awalnya Intel sudah unggul jauh dari AMD dengan teknologi MMX. Aksi saling susul menyusul terjadi ketika AMD berhasil menelorkan MMX pada AMD K7 untuk meyaingi Intel Pentium III. Bahkan AMD selangkah lebih maju dengan menelorkan set instruksi baru yaitu 3DNow untuk melawan SSE (Stream SIMD Extentionnya) PIII. Alhasil AMD lebih unggul dengan jumlah Instruksi yang lebih sedikit dan kemampuannya untuk melakukan Digital Signal Processing yang belum dimiliki processor Intel. Pengembangan terus dilakukan untuk mengoptimalkan produk masing-masing. Dilanjutkan Set Instruksi 64bit pada P4 dan AMD K8 seperti yang sudah dijelaskan diatas, untuk mendukung hal tersebut FSB masing-masing processor juga ikut dikembangkan untuk mengoptimalkan bandwidth, Latency dan Scability masing-masing processor. (Waks……. Karena sifatnya yang sangat teknis sekali, perbandingan dari bandwidth, Latency dan Scability tidak dijelaskan [sebenernya karena males ^_>]). Bahkan hingga penerapan teknologi Hyperthreading dan hyper transport sampai pipeline juga ikut-ikutan di obrak-abrik.
Sampai akhirnya perang arsitektur multicore yang diawali dengan teknologi dua inti dalam setiap processor. Mungkin karena saking kalapnya meningkatkan performa untuk meningkatkan performa single core, dual core jadi jalan lain).
Sebenernya Intel lah yang pertama kali menghembuskan konsep multicore dengan konsep Hyper thereadingnya, tapi mimpinya duluan diwujudkan oleh AMD dengan diluncurkannya AMD Athelon64 X2. Baru kemudian disusul Intel yang dibuka dengan nama Intel Pentium D. Entah karena strategi bisnis atau AMD yang kurang dari hal promosi Teknologi dualcore intel terlihat lebih menjamur di pasaran (Di kampus, laptop intel lebih banyak dari AMD).
Dari sisi Intel, pegembangan teknologi dual core ini mengalami jatuh bangun. Awalnya dikembangkan untuk memperbaiki Pentium M untuk notebook. Dirilis pertama kali dengan menggunakan kode arsitektur proyek Yohan dimana sudah memakai teknologi 65nm. Proyek ini yang mejelma menjadi proyek core duo. Intel cukup sukses dengan membuat processor ini menjad processor pertama di dunia yang konsumsi dayanya kurang dari 25 watt mengalahkan opetronnya AMD saat itu. Sampai-sampai Aple hijrah ke kubu Intel (secara laptop jadi tahan lama kalau pake itu). Core duo ini dikembangkan pertama kali untuk kalangan laptop/notebook dengan nama Intel Centrino Duo Mobile Technology. Teknologi ini juga dikembagkan untuk Komputer Server dengan kode proyek sossaman yang resmi diberi nama Intel Dual-Core Xeon LV. Sayangnya Processor tersebut tidak mendukung teknologi EM64T agar bisa menerima instruksi 64bit.
Sampai dikeluarkannya proyek Merom dimana proyek ini menggunakan arsitektur baru dimana telah mendukung EM64T untuk keluarga core duo. Untuk kepentingan Desktop dikeluarkanlah Conroe untuk menggantikan Pentium 4 dan Pentium D.
Dari sisi AMD tampaknya dual corenya berjalan mulus dengan proyek Manchester dan Toledonya. Dimana arsitekturya dikembangkan dari pendahulunya.
sampai masuk zamannya 4 cores dalam inti processor, persaingan tetap tiada henti. Tapi kabar terbaru yang didengar AMD sudah meliris beberapa variant 4 cores dengan arsitektur 90nm. (Sesangar apa lagi processor ini) walaupun pada L2 cache (L1-/L2-/L3 Cache: Memori sementara prosesor untuk data, perintah, dan hasil. Biasanya, semakin besar jumlah chache, semakin cepat pula kinerjanya.) masih unggul dalam angka total 8 MB untuk variant Core 2 Quad Q6600
dan Core 2 Extreme QX6700.
::::: Winamp :::::Christian Bautista – Hand To Heaven ================
//Perbandingannya dimana?????? (in the end)
Berdasarkan hasil pengamatan dilapangan (untuk yang bisa dilihat dengan mata ^_^), misi dari AMD dan Intel sudah berbeda jauh. Intel lebih fokus dengan masalah kecepatan processor. Sedangkan intel lebih mengutamakan keefisienan kinerja processor.
dari segi arsitektur, semenjak kemunculan AMD K7, arsitektur AMD sudah jauh diatas Intel dimana teknologi merupakan pengembangan dan penyempurnaan dari teknologi pendahulunya sehingga AMD lebih upgradable dan overclockable sampai puncaknya teknologi 90nm yang belum dimiliki Intel. Sedangkan Intel lebih memilih merancang teknologi baru dengan membuang teknologi lama (seperti pada proyek Yohan dan Merom). Mungkin ini termasuk dalam strategi bisnisnya intel dimana ganti processor berarti ganti komputer.
Inovasi tiada henti AMD yang terus menelurkan produk baru lebih dulu dari Intel dimana produknya cukup berkualitas dengan harga yang lebih murah, lebih kokoh dengan teknologi 64bit dimana intel masih ketinggalan dengan teknologi 64bitnya dengan harga berbanding lurus dengan kecepatannya (harga processor intel emang bikin Ngeri).
AMD lebih unggul dalam pengelohan komunikasi aplikasi, seperti transfer data pada modem, ADSL, MP3 da Doubly Digital Surrounding berkat adanya Digital Signal Processing. Namun masih kalah dari Intel dalam kemampuan “benchmark” untuk aplikasi proses Multimedia (audio, video, animasi, dll). Jelas terlihat Intel untuk komputer pekerja AMD untuk komputer having fun. Bahkan para gamer sejati pasti lebih memilih processor AMD dari pada Intel
sayangnya Teknologi coolingnya Intel lebih gaul dari pada AMD berkat adanya Enhanced Intel Speedstep Technology (EIST) dan berkat teknologi ini da arsitekturnya membuat processor lebih hemat energi sehingga processor intel banyak dipakai pada laptop/notebook. (Hal ini menjelaskan mengapa komputer gamer pasti sangar dengan berbagi perangkat cooler tambahan.)
Salah satu kekurangan AMD yang paling sangar dari pada Intel adalah AMD kurang terkenal dimata masyarakat awam, mungkin karena promosi yang tidak seganas Intel.Hal ini mungkin juga dikarenakan AMD lebih terfokus mengembangkan teknologinya dari pada menyisihkan dana buat iklan……..
Untuk hal yang bersifat teknis seperti betul-betul membandingkan dua variant AMD dan Intel yang sejenis untuk menentukan mana yang lebih unggul, mungkin lebih baik bertanya pada mbah google atau membeli majalah hardware, mengingat banyak sekali variannya (lebih karena malas ^_^)…….(end).
:::: Winamp :::::: Avenged Sevenfold - Dear God ================================
[readmore]
SoundCard Tiba-tiba Normal???
Setelah mengutak-atik si PCLinuxOS akhirnya, aku keluar dari Labsiskom dengan wajah layu…..
Dengan langkah gontai balik ke kost…….
sampai di kost, ku hidupkan dengan lembut si Anxi dengan lembut dan langsung memanggil si PCLinuxOs sebagai nyawa si Anxi. Tiba-tiba aku mendengar suara opening…..
Bah ada apa gerangan???????
Entah knapa tiba-tiba si PCLinuxOS mau bersuara…….
padahal tadi di Labsiskom sudah hampir putus asa. Apa linux juga kayak windows yang harus mati dulu kalau error untuk bisa kembali jalan seperti semula……
Ya sudah lha…… yang penting si Penguin sudah bisa bersuara…..
Thanks buat Pak Willy buat buat bantuannya, mungkin karena dipasang alsa 1.0.15, dia jadi bisa jalan, walaupun pada saat instalasi terjadi error
[readmore]
PCLinuxOS Sound ga Detect
Dalam suatu pertemuan kemarin di labsiskom, aku dipekernalkan distro linux baru turunan mandriva oleh Mas Dito yaitu PCLinuxOS.
Dari distrowacth, emang ni distro nomer satu. Muncul dah keinginan untuk menggusur tahta mandriva yang udah bersemayam lama. Hitung2 cari pengalaman (maklum masih newbie yang ingin meningkatkan diri). Langsung dah menghubungi pak eko buat minta cd installernya ma repositorynya. CDnya di backup langsung di tanam d laptop.
Proses instalasinya berjalan normal. Instalasnya mirip-mirip ubuntu lha…….., instalnya lewat liveCD. Tampilan liveCDnya lumayan keren dan simple. Minimalis tapi anggun, semakin memamntapkan hati untuk menanam nih distro. Tapi setelah proses instalasi berakhir. Server sound ga bisa mendetect adanya mixer sehingga outputnya 0.
Dengan segera minta bantuan kanan-kiri lalu mampir kerumahnya Om Google. Wahasil, ada pawesik yang mengharuskan mengupdate ALSA drivernya. Perjuangan berlanjut dengan mencari file-file yang dibutuhkan. setelah itu pasang…….
weiks……… ternyata tidak berjalan seperti yang diharapkan. Berkat bantuan Pak Willy, saya pasang ALSA driver versi final yang seri 1.0.15. Ternyata error masih tetep terjadi. Sebenernya sewaktu penginstalan driver ma lib nya sih berjalan normal. tapi sewaktu install utillitiesnya (tempat bernaungnya si mixer) terjadi error. GW Pasang nih distro di Anxi (Silaptop Axioo MLG712 gw)……..
Bagi para netter yang ga sengaja nyasar ke blog gw……. dan tau nie problem ada dimana……
please pencerahannya dunks……..
nie error yang gw terima :
[root@localhost alsa-utils-1.0.15]# ./configure; make; make install
checking for a BSD-compatible install… /usr/bin/install -c
checking whether build environment is sane… yes
checking for gawk… gawk
checking whether make sets $(MAKE)… yes
checking whether NLS is requested… yes
checking for msgfmt… no
checking for gmsgfmt… :
checking for xgettext… no
checking for msgmerge… no
checking for style of include used by make… GNU
checking for gcc… gcc
checking for C compiler default output file name… a.out
checking whether the C compiler works… yes
checking whether we are cross compiling… no
checking for suffix of executables…
checking for suffix of object files… o
checking whether we are using the GNU C compiler… yes
checking whether gcc accepts -g… yes
checking for gcc option to accept ISO C89… none needed
checking dependency style of gcc… gcc3
checking build system type… i686-pc-linux-gnu
checking host system type… i686-pc-linux-gnu
checking for ld used by GCC… /usr/bin/ld
checking if the linker (/usr/bin/ld) is GNU ld… yes
checking for shared library run path origin… done
checking for CFPreferencesCopyAppValue… no
checking for CFLocaleCopyCurrent… no
checking for GNU gettext in libc… yes
checking whether to use NLS… yes
checking where the gettext function comes from… libc
checking for cross-compiler… gcc
checking for gcc… (cached) gcc
checking whether we are using the GNU C compiler… (cached) yes
checking whether gcc accepts -g… (cached) yes
checking for gcc option to accept ISO C89… (cached) none needed
checking dependency style of gcc… (cached) gcc3
checking for a BSD-compatible install… /usr/bin/install -c
checking whether ln -s works… yes
checking for ALSA CFLAGS…
checking for ALSA LDFLAGS… -lasound -lm -ldl -lpthread
checking for libasound headers version >= 1.0.12… found.
checking for snd_ctl_open in -lasound… yes
checking how to run the C preprocessor… gcc -E
checking for grep that handles long lines and -e… /bin/grep
checking for egrep… /bin/grep -E
checking for ANSI C header files… yes
checking for initscr in -lncurses… yes
checking for an ANSI C-conforming const… yes
checking for inline… inline
checking whether time.h and sys/time.h may both be included… yes
checking whether gcc needs -traditional… no
checking for special C compiler options needed for large files… no
checking for _FILE_OFFSET_BITS value needed for large files… 64
checking for _LARGE_FILES value needed for large files… no
configure: creating ./config.status
config.status: creating Makefile
config.status: creating alsactl/Makefile
config.status: creating alsamixer/Makefile
config.status: creating amidi/Makefile
config.status: creating amixer/Makefile
config.status: creating m4/Makefile
config.status: creating po/Makefile.in
config.status: creating alsaconf/alsaconf
config.status: creating alsaconf/Makefile
config.status: creating alsaconf/po/Makefile
config.status: WARNING: alsaconf/po/Makefile.in seems to ignore the –datarootdir setting
config.status: creating aplay/Makefile
config.status: creating include/Makefile
config.status: creating iecset/Makefile
config.status: creating utils/Makefile
config.status: creating utils/alsa-utils.spec
config.status: creating seq/Makefile
config.status: creating seq/aconnect/Makefile
config.status: creating seq/aplaymidi/Makefile
config.status: creating seq/aseqdump/Makefile
config.status: creating seq/aseqnet/Makefile
config.status: creating speaker-test/Makefile
config.status: creating speaker-test/samples/Makefile
config.status: creating include/aconfig.h
config.status: executing po-directories commands
config.status: creating po/POTFILES
config.status: creating po/Makefile
config.status: executing depfiles commands
Making all in include
make[1]: Entering directory `/root/Desktop/alsa-utils-1.0.15/include’
make all-am
make[2]: Entering directory `/root/Desktop/alsa-utils-1.0.15/include’
make[2]: Leaving directory `/root/Desktop/alsa-utils-1.0.15/include’
make[1]: Leaving directory `/root/Desktop/alsa-utils-1.0.15/include’
Making all in alsactl
make[1]: Entering directory `/root/Desktop/alsa-utils-1.0.15/alsactl’
if gcc -DHAVE_CONFIG_H -I. -I. -I../include -g -O2 -MT alsactl.o -MD -MP -MF “.deps/alsactl.Tpo” -c -o alsactl.o alsactl.c; \
then mv -f “.deps/alsactl.Tpo” “.deps/alsactl.Po”; else rm -f “.deps/alsactl.Tpo”; exit 1; fi
if gcc -DHAVE_CONFIG_H -I. -I. -I../include -g -O2 -MT state.o -MD -MP -MF “.deps/state.Tpo” -c -o state.o state.c; \
then mv -f “.deps/state.Tpo” “.deps/state.Po”; else rm -f “.deps/state.Tpo”; exit 1; fi
if gcc -DHAVE_CONFIG_H -I. -I. -I../include -g -O2 -MT names.o -MD -MP -MF “.deps/names.Tpo” -c -o names.o names.c; \
then mv -f “.deps/names.Tpo” “.deps/names.Po”; else rm -f “.deps/names.Tpo”; exit 1; fi
gcc -g -O2 -o alsactl alsactl.o state.o names.o -lasound -lm -ldl -lpthread
make[1]: Leaving directory `/root/Desktop/alsa-utils-1.0.15/alsactl’
Making all in alsaconf
make[1]: Entering directory `/root/Desktop/alsa-utils-1.0.15/alsaconf’
Making all in po
make[2]: Entering directory `/root/Desktop/alsa-utils-1.0.15/alsaconf/po’
mv: cannot stat `t-ja.gmo’: No such file or directory
make[2]: *** [ja.gmo] Error 1
make[2]: Leaving directory `/root/Desktop/alsa-utils-1.0.15/alsaconf/po’
make[1]: *** [all-recursive] Error 1
make[1]: Leaving directory `/root/Desktop/alsa-utils-1.0.15/alsaconf’
make: *** [all-recursive] Error 1
Making install in include
make[1]: Entering directory `/root/Desktop/alsa-utils-1.0.15/include’
make[2]: Entering directory `/root/Desktop/alsa-utils-1.0.15/include’
make[2]: Nothing to be done for `install-exec-am’.
make[2]: Nothing to be done for `install-data-am’.
make[2]: Leaving directory `/root/Desktop/alsa-utils-1.0.15/include’
make[1]: Leaving directory `/root/Desktop/alsa-utils-1.0.15/include’
Making install in alsactl
make[1]: Entering directory `/root/Desktop/alsa-utils-1.0.15/alsactl’
make[2]: Entering directory `/root/Desktop/alsa-utils-1.0.15/alsactl’
test -z “/usr/sbin” || mkdir -p — “/usr/sbin”
/usr/bin/install -c ‘alsactl’ ‘/usr/sbin/alsactl’
test -z “/usr/share/man/man1″ || mkdir -p — “/usr/share/man/man1″
/usr/bin/install -c -m 644 ‘./alsactl.1′ ‘/usr/share/man/man1/alsactl.1′
make[2]: Leaving directory `/root/Desktop/alsa-utils-1.0.15/alsactl’
make[1]: Leaving directory `/root/Desktop/alsa-utils-1.0.15/alsactl’
Making install in alsaconf
make[1]: Entering directory `/root/Desktop/alsa-utils-1.0.15/alsaconf’
Making install in po
make[2]: Entering directory `/root/Desktop/alsa-utils-1.0.15/alsaconf/po’
mv: cannot stat `t-ja.gmo’: No such file or directory
make[2]: *** [ja.gmo] Error 1
make[2]: Leaving directory `/root/Desktop/alsa-utils-1.0.15/alsaconf/po’
make[1]: *** [install-recursive] Error 1
make[1]: Leaving directory `/root/Desktop/alsa-utils-1.0.15/alsaconf’
make: *** [install-recursive] Error 1
[root@localhost alsa-utils-1.0.15]#
[readmore]
PERKEMBANGAN SISTEM INFORMASI PERBANKAN DAN PENGARUHNYA DALAM MASYARAKAT
Dalam kehidupan di era teknologi sekarang ini, komputer memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Kecepatan data processing, kemampuan menyimpan data, security dan sistem cerdas yang dikembangkan membuat komputer banyak dipakai di berbagai kawasan strategis seperti kesehatan, pendidikan, militer, ekonomi dan perbankan.
Dalam dunia perbankan sendiri, komputer seolah-olah sebagai infrastruktur yang tidak bisa tergantikan. Setiap harinya perbankan melayani jutaan transaksi keuangan, mencatat dan menyimpannya dengan sistem keamanan komputer yang canggih untuk melindungi data transaksi tersebut. Dan semuanya itu terhubung online di seluruh penjuru dunia sehingga bisa diakses kapan saja dan dimana saja. Dan tentu saja hal ini sangat mustahil dilakukan tanpa bantuan komputer.
Hal ini lah yang menjadi dasar saya dan kelompok saya untuk melakukan penelitian tentang PERKEMBANGAN SISTEM INFORMASI PERBANKAN DAN PENGARUHNYA DALAM MASYARAKAT. Karena keberhasilan suatu infrastruktur adalah ketika infrastruktur tersebut dapat dipergunakan secara maksimal. Ruang lingkup penelitian yang sangat luas sedangkan kami memiliki keterbatasan sebagai penulis, penulis memberikan batasan-batasan dengan hanya mengambil sampel mahasiswa di sekitar Universitas Kristen Duta Wacana di Yogyakarta. Penulis memilih sample tersebut mengingat Yogyakarta merupakan Barometer IT Indonesia dan Universitas Kristen Duta Wacana merupakan sekolah IT yang favorit di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Penelitian penulis mencakup tentang apakah mahasiswa sudah menggunakan fasilitas-fasilitas yang ditawarkan perbankan untuk mempermudah transaksi finansial yang dilakukan mahasiswa dan usaha yang dilakukan perbankan untuk mensosialisasikan fasilitas-fasilitas yang dimiliki.
Metode yang dipakai penulis untuk melakukan penelitian tersebut adalah metode wawancara dan pengamatan langsung. Dengan object pengamatan adalah lingkungan disekitar teller dan atm bank BNI di Universitas Kristen Duta Wacana, sedangkan narasumber adalah mahasiswa yang melakukan aktivitas di sekitar lingkungan tersebut dan petugas di Bank BNI Universitas Kristen Duta Wacana.
Berdasarkan hasil pengamatan, tidak semua fasilitas yang disediakan oleh bank telah digunakan secara maksmal. Yang paling banyak digunakan adalah Mesin ATM dan Teller. Itupun hanya sebatas menarik dan menabung uang saja. Walaupun ada beberapa Mahasiswa yang sudah menggunakan mesin ATM untuk keperluan yang lainnya seperti membayar uang kuliah. Namun jumlahnya masih sangat sedikit dibandingkan dengan Mahasiswa yang menggunakan jasa Teller untuk membayar uang kuliah. Pengguna Internet dan SMS Banking juga sangat sedikit sekali. Dari beberapa responden yang kami temui, tercatat hanya satu orang yang aktif menggunakan kedua fitur ini. Belum maksimalnya penggunaan fasilitas perbankan tersebut lebih dikarenakan adanya perasaan was-was dan tidak percaya terhadap keamanan transaksi yang akan dilakukan. Menurut pengakuan beberapa responden, responden lebih memilih untuk melaksanakan pembayaran secara langsung walau harus mengalami antrian yang cukup panjang dari pada melalui ATM, Internet dan SMS banking.
Mengingat transaksi yang dilakukan menyangkut tentang transaksi finansial, hal ini wajar. Rasa aman dalam melaksanakan transaksi menjadi satu prioritas utama dalam memilih berbagai fitur yang disediakan oleh bank.
Kurangnya kepercayaan terhadap fasilitas modern yang ditawarkan oleh bank dikarenakan masyarakat hanya menerima setengah-setengah informasi tentang teknologi tersebut. Kebanyakan yang diterima masyarakat adalah resiko-resiko negatif dari penggunaan teknologi tersebut. Selain itu masyarakat lebih berasumsi secara global, dengan kata lain infrastruktur TI di Indonesia masih buruk sehingga masyarakat beranggapan Infrastruktur teknologi perbankannya juga buruk. Selain itu proses registrasi penggunaan layanan tersebut masih sedikit rumit bagi orang awam dan memerlukan waktu yang khusus dan lama, sehingga masyarakat enggan untuk mendaftar.
Dalam diskusi kelas tentang PERKEMBANGAN SISTEM INFORMASI PERBANKAN DAN PENGARUHNYA DALAM MASYARAKAT, ada peserta diskusi yang menanyakan tentang sistem keamanan jika menggunakan internet banking. Hal ini menambah keyakinan penulis bahwa keamanan merupakan faktor utama kurangnya pemamfaatan fasilitas yang disediakan oleh pihak bank. Padahal sistem keamanan perbankan sudah sangat canggih. Berdasarkan hasil wawancara penulis dan penelusuran literatur, penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa sistem keamanan bank di bagi menjadi 2 sistem yaitu sitem keamanan keluar dan kedalam. Dimana sistem keamanan keluar berada dalam ruang lingkup infrastruktur dan pengguna sedangkan kedalam berada dalam kawasan infrastruktur dan operatornya sendiri. Dimana antara operator dan pengguna tidak saling berhubungan secara langsung dan semua itu dikendalikan langsung oleh sistem security dalam jaringan perbankan. Misalnya telah diterapkannya sistem pengamanan secure socket layer 128 bit pada web banking, penggunaan e-secure, kartu authentification, pin, pendeteksi tanda tangan dan lain sebagainya.
Berdasarkan hal tersebut, perlu diadakannya penyuluhan, promosi atau seminar tentang teknologi perbankan tersebut. Selain itu, karena keterbatasan penulis, penelitian ini masih menggunakan cakupan sample yang sangat kecil sehingga perlu diadakan penelitian serupa dengan cakupan sample yang lebih luas.
[readmore]
