Perjalanan Menakjubkan

Baru saja terbangun dan di luar hujan lebat. Rasanya lelah sekali dan merasa amat sangat lapar. Untung saja masih terdapat nasi sisa tadi pagi dengan lauk seadanya segera habis di sikat sambil memonitoring plurk dan facebook.
padahal sudah tidur beberapa jam tapi tubuh tetap terasa letih, entah akibat daya tahan dan stamina tubuh yang terus meluncur turun atau karena memang perjalanan tadi pagi yang memelahkan. Sebenarnya tidak cukup melelahkan secara fisik, malah sedikit sekali gerakan yang melibatkan fisik seperti wisata gunung pada umumnya. Mungkin lebih tepanya prjalanan yang menguras jiwa. ya... memang baru saja kami silahturahmi ke rumah mbah marijan.


Tadi pukul 4 pagi saya sudah bangun, tak mau ketiduran lagi maka segera masuk kamar mandi dan mandi. Pagi ini ada janji dengan boss di kantor untuk jalan-jalan keseputaran daerah kaliurang untuk berjalan-jalan melepas penat. Anehnya mengapa perjalanan harus dilakukan pagi buta begini. Menurut ku tidak lazim, biasanya kalau ke kaliurang tidak pernah sepagi ini. Ah mungkin saja si boss lagi mau ngirit ga perlu bayar tiket masuk karena belum ada yang menjaga di post penjagaan atau mungkin karena memang menghindari panas matahari karena si boss baru saja menjalankan program pemutih kulit di London Beuaty Centre [bener ga sih namanya CMIIW ^_^]

hmmm... udara cukup segar pagi yang sedikit berawan, dengan beberapa tetes air terasa di wajah mungkin mendung. Awalnya spot janjiannya adalah di GHCC UKDW Kaliurang. Ketika sudah samai di KM 17 jalan kaliurang tiba-tiba ada telp dari boss untuk mundur kedaerah pakem dan diharuskan menunggu disana. Akhir kembali ke sekitar KM 19 dan menunggu di depan sebuah rumah sakit di pakem [lupa apa namanya].

Setelah lama berselang, boss pun datang bersama adiknya dan perjalan dilanjutkan. Sambil mngikuti boss dari belakang pemnadangan kiri kanan begitu hijau dan rapi dengan siluet gunung merapi yang sangat indah di depan. Terlihat lebih megah dan besar setelah letusan nampaknya indah. Sepnjang jalan terlihat kehidupan begitu normal seolah-olah tidak terjadi bencana nasional sebulan yang lalu disini.

Sampai masuk kewilayah cangkringan - Umbulharjo wilayah masih hijau, lalu begitu saja terlihat tanpa sadar suasa hijau yang asri tadi berubah menjadi daerah yang tandus. pohon-pohon bekas terbakar, banyak pohon dan tiang listrik tumbang, rumah penduduk rata dengan tanah.

Walau sebelum bencana sudah berulang kali berwisata kedaerah ini, tapi tadi serasa berkunjung ke daerah yang sangat asing. Gunung merapi terlihat utuh menjujung tinggi.Timbul rasa was-was juga dalam hati. Walaupun bencana sudah sebulan berlalu tapi kedasyatan yang terjadi masih terekam dengan dengan jelas dari sisa-sisa yang disisakan semburan awan panas.

Perjalan dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju rumah sang mantan juru Kunci merapi Mbah Marijan. Sepanjang malam kami hampir tidak berkata-kata melihat pemandangan disekitar yang sulit untuk dilukiskan dengan kata. Yang kami lakukan hanyalah mengambil gambar dan sesekali bertanya sambil menunjuk bekas reruntuhan dan membayangkan apa yang sebelumnya berdiri disana.
Beberapa titik terlihat masih mengepulkan asap belerang dengan tanah berwarna merah menyala. Sepertinya itu merupakan bekas lahar, kami sempatkan megambil beberapa foto disana walaupun bau belerang sangat menyengat dan membuat kepala sedikit agak pusing.

Walau kami sampai disana termasuk amat sangat pagi, tapi orang yang datang sudah sangat banyak sekali. melihat kondisi daerahnya memang sebaiknya berangkatnya pagi karena kalau siang akan sangat panas sekali. Tak satupun terlihat ada pohon rindang yang berdiri semuanya runtuh. Untungnya pagi itu tidak hujan, jika hujan tidak terbayang kemana harus berlari blum lagi lahar dingin dan longsor sepertinya masih mengancam. Sepnajang jalan banyak sepanduk terlihat untuk membantu menghijaukan lagi daerah ini.

Namun ada satu hal yag menarik, ditengah reruntuhan mulai tumbuh padang rumput dan pohon kecil yang menghijau, beberapa pohon pisang juga tampak tumbuh dengan baik. Seolah dari yang sudah musnah tadi mulai tumbuh suatu kehidupan baru dan harapan baru.

Hmmm.. sayang sekali tidak bisa menampilkan foto pada tulisan ini. Mungkin anti setelah foto di upload ke facebook.

Benar-benar perjalanan yang menajubkan

0 comments: