The Processor

//Behind the scene

Beberapa hari yang lalu, waktu lagi asik nongkrong di kampus lagi buat tugas, ada temen minta tolong untuk membuat perbandingan antara processor intel dan amd. Weaks….. herannya, kok dengan pd-nya minta tolong ma ak. Dari mana dia yakin kalo gw mampu jawab.?????



//Think more deep

Mengingat yang minta tolong merupakan anak TI yang cukup sangar dan udah ngambil mata kuliah Peripheral Komputer, sedangkan diriku masuk dalam golongan biasa dan belum ngambil mata kuliah yang bersangkutan membuat harus berpikir dua kali apa yang dimaksud dengan membuat perbandingan processor intel dan amd, karena objek yang akan dibandingkan tu sangat luas. Dan tentu saja, denga meminta bantuan dari mbah google masalah akan terselesaikan dengan mudah kok malah nanya ama diriku yang cupu ini. [Anehnya kok aku mau-mau aja ya dimintai tolong, entah karena ga bisa nolak or ga berani nolak ^_^]?

//more question….. Yang akan dibandingkan
Apakah dari segi kegunaannya semisal untuk server, desktop or laptop??????
Apakah dari segi arsitekturnya???????????
Apakah dari segi teknologinya??????
Ataukah dari segi harganya?????
Entah diriku yang terlalu berpikir rumit atau aku yang kuper dan ga tau, karena diriku mrasa bakalan jadi satu skripsi kalau di bahas semuanya karena banyaknya variant dari kedua processor tersebut. Semisal kita akan membahas mengenai arsitektur, tentunya setiap generasi memiliki arsitektur yang berbeda………….

//Prepare a cofee

Akhirnya kubuat ulasan singkat saja tentang Intel vs AMD ini berdasarkan pengalaman dan pengetahuanku yang seadanya, karena udah terlanjur janji…. [yang request harus ngasi comment lhoooo….. hehehehheheh]

//Berawal dari strategi bisnis

Dahulu sewaktu masih kanak-kanak, ada banyak sekali vendor processor yang beredar di pasaran seperti cyric, cruso, AMD (Advance Micro Device), Intel dan masih banyak lainnya. Namun lama-lama kelamaan yang masih terdengar hanyalah AMD dan Intel. Hal ini mungkin dikarenakan produsen lain tidak mampu meningkatkan produksinya atau perusahannya sudah diakuisi oleh perusahan lain ( i don’t know…. ^_^). Ketika diriku masih SD-SMP gaung Intel jauh lebih terdengar dari pada AMD. Tampaknya Intel telah berhasil menanamkan brand image dengan slogan “Intel Inside”-nya. Tapi memang Intel yang dikatakan terbaik pada zaman itu baik pada computer desktop ataupun server (kalau laptop ga tau…. mungkin karena dulu laptop masih menjadi barang yang langka).

//Persaingan mulai seru

Angin persaingan mulai terdengar ketika AMD mengeluarakan teknologi Athlon dan bersiap untuk meluncurkan processor 64bit untuk Desktop dilanjutkan dengan teknologi multi core untuk menyaingi rivalnya. Intel yang masih terlena dengan semboyan “Intel Inside”-nya mulai kelabakan. Di saat Intel masih berkutat dengan frekuensi, AMD menawarkan inovasi teknologi dengan harga yang lebih murah. Khabarnya Intel sampe menjual salah satu divisinya dan mem-PHK pegawainya. dan tentunya agar bisa bertahan Intel harus mengeluarkan produk baru. dan yang namanya persaingan, setiap Intel menelurkan suatu produk baru, AMD sudah bersiap untuk mengeluarkan produk dengan kualitas yang sama.

//Mulai menjabarkan

Karena AMD dan Intel yang masing-masing mengeluarkan produk yang bersaing dan bahkan berkesan “menyamai”, membuat konsumen yang sering mengupdate informasi tentang perkembangan processor bingung memilih antara keduanya (kecuali konsumen yang masih terkena pengaruh “pentium berapa?” atau logo “Intel inside”, heheheh termasuk diriku kayaknya). Di setiap lirisnya, perbandingan dibuat untuk mengetahui yang terbaik diantara keduanya. Lagi-lagi “terbaik” menjadi relatif ketika dihadapkan kepada tujuan digunakannya processor tersebut karena masing-masing vendor memiliki kelebihan dan kekurangan tergantung yang mana yang kita butuhkan.

================================================================
Weleh, ternyata udah jam 1.45 Dini hari *** pantes aja cofee udah ga mempan, Tidur bentar ah….
================================================================

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
I’m back again=========>Update ::: Winamp ::: Naruto OST – The Raising Fighting Spirit
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

//Duel teknologi

Ketika peningkatan performa dengan hanya meningkatan frekuensi dan clock sudah hampir mentok, Intel pertama kali mengeluarkan konsep Hyper Threading Technology yang menggunakan lebih dari satu jalur thread dalam sebuah processor sehingga mempercepat pemrosesa data karena seolah-olah system dikerjakan oleh lebih dari satu processor. AMD tak mau kalah dengan mengusung Hyper Transport Technology yang menggandakan Bus pada jalur system sehingga data yang dapat dihantar dalam suatu waktu lebih banyak karena lalulintas data yang lebih cepat. Konsep Hyper threading Intel lebih populer pada zaman itu, namun kenyataannya hyper threading technology tidak benar-benar terasa kinerjanya karena pada saat itu, masih jarang software yang mendukung teknologi tersebut. Ketika dari sisi software sudah mapan, Intel keburu disalip oleh AMD yang lebih dahulu mengeluarkan konsep multiprocessor yang tentu saja lebih handal dari pada hanya virtual processor.

Teknologi pendukung mulai dikembangkan seperti Execute Disable Bit (xd Bit) dimana dengan teknologi ini processor dimungkinkan untuk mengenali data-data yang mengandung virus dan sejenisnya lalu memindahkannya ke buffer overflow sehingga tidak akan dieksekusi oleh processor. AMD juga mengeluarkan teknologi yang hampir serupa dengan mengeluarkan teknologi Enhanced Virus Protection (EVP).

Ketika masing-masing vendor terus meningkatkan kinerja processor, konsumsi power, panas dan kebisingan menjadi dilema, secara eksplisit bisa kita bandingkan besarnya kipas processor dari masa ke masa. AMD mengeluarkan teknologi Cool ‘n quiet dimana dengan teknologi ini memungkinkan penggunaan power yang efektif dan sistem yang lebih hening. Sedangkan Intel meluncurkan Enhanced Intel Speedstep Technology (EIST) dimana voltase dan frekuensi processor disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi sehingga penggunaan power dan suhu dapat berkurang. (Teknologi ini awalnya dikembangkan untuk processor yang diembed pada laptop dengan nama Centrino for Mobile, namun pada Intel processor 820 untuk desktop, teknologi ini sadah ada.)

Teknologi lain yang dikembangkan oleh AMD adalah Integrated Memory Controller yang Memungkinkan Processor untuk melakukan pengaksesan memory langsung tanpa melewati chipset northbridge terlebih dahulu. Sedangkan Intel lebih memilih meningkatkan performa FSB (Front Side Bus)-nya dengan teknologi Quad Pumping dimana dengan teknologi ini bisa menggandakan FSB asli sampai empat kali lipat. Misalnya processor Pentium D 805 (2,66 GHz, FSB 533 MHz) berarti FSB aslinya adalah 133 MHz.

//Duel Arsitektur

Tidak puas hanya dengan duel Teknologi, Arsitektur processor terus di obrak-abrik untuk mendapatkan kinerja paling optimal, konsumsi daya paling rendah, optimalisasi lainnya dan tentunya harga yang bersaing.

AMD membuka hawa persaingan yang menggebrak dengan pertama kali mengeluarkan processor berarsitektur 64bit dengan dilaunchingnya Athelon64 dan Athelon64 FX untuk PC Desktop dan AMD Turion64 untuk Laptop dan Notebook. Sayangnya, pada waktu pertama kali di launching, blum banyak software OS yang mendukung teknologi 64bit ini terutama Windows (secara windows vendos OS paling sangar saat itu). Intel tak mau kalah dengan mengeluarkan Intel Extended Memory 64 Technology (Intel EMT64). Baru setelah itu Industri processor mulai berubah dimana teknologi 32bit mulai ditinggalkan. Dampaknya ketika Windows mengeluarkan Windows XP 64bit, AMD telah siap sedangkan Intel belum mapan.

//slow down ::: flash back (sambil nyari inspirasi)
::: Winamp ::: 2Pac – Change=======================

Hmmm…. sempat bingung juga ketika berbicara masalah arsitektur processor dari kedua vendor processor raksasa ini. Bingung harus mulai dari mana, sudah dari zamannya Intel P3 dan AMD K7 perang arsitektur sudah amat sangar. Awalnya Intel sudah unggul jauh dari AMD dengan teknologi MMX. Aksi saling susul menyusul terjadi ketika AMD berhasil menelorkan MMX pada AMD K7 untuk meyaingi Intel Pentium III. Bahkan AMD selangkah lebih maju dengan menelorkan set instruksi baru yaitu 3DNow untuk melawan SSE (Stream SIMD Extentionnya) PIII. Alhasil AMD lebih unggul dengan jumlah Instruksi yang lebih sedikit dan kemampuannya untuk melakukan Digital Signal Processing yang belum dimiliki processor Intel. Pengembangan terus dilakukan untuk mengoptimalkan produk masing-masing. Dilanjutkan Set Instruksi 64bit pada P4 dan AMD K8 seperti yang sudah dijelaskan diatas, untuk mendukung hal tersebut FSB masing-masing processor juga ikut dikembangkan untuk mengoptimalkan bandwidth, Latency dan Scability masing-masing processor. (Waks……. Karena sifatnya yang sangat teknis sekali, perbandingan dari bandwidth, Latency dan Scability tidak dijelaskan [sebenernya karena males ^_>]). Bahkan hingga penerapan teknologi Hyperthreading dan hyper transport sampai pipeline juga ikut-ikutan di obrak-abrik.

Sampai akhirnya perang arsitektur multicore yang diawali dengan teknologi dua inti dalam setiap processor. Mungkin karena saking kalapnya meningkatkan performa untuk meningkatkan performa single core, dual core jadi jalan lain).

Sebenernya Intel lah yang pertama kali menghembuskan konsep multicore dengan konsep Hyper thereadingnya, tapi mimpinya duluan diwujudkan oleh AMD dengan diluncurkannya AMD Athelon64 X2. Baru kemudian disusul Intel yang dibuka dengan nama Intel Pentium D. Entah karena strategi bisnis atau AMD yang kurang dari hal promosi Teknologi dualcore intel terlihat lebih menjamur di pasaran (Di kampus, laptop intel lebih banyak dari AMD).

Dari sisi Intel, pegembangan teknologi dual core ini mengalami jatuh bangun. Awalnya dikembangkan untuk memperbaiki Pentium M untuk notebook. Dirilis pertama kali dengan menggunakan kode arsitektur proyek Yohan dimana sudah memakai teknologi 65nm. Proyek ini yang mejelma menjadi proyek core duo. Intel cukup sukses dengan membuat processor ini menjad processor pertama di dunia yang konsumsi dayanya kurang dari 25 watt mengalahkan opetronnya AMD saat itu. Sampai-sampai Aple hijrah ke kubu Intel (secara laptop jadi tahan lama kalau pake itu). Core duo ini dikembangkan pertama kali untuk kalangan laptop/notebook dengan nama Intel Centrino Duo Mobile Technology. Teknologi ini juga dikembagkan untuk Komputer Server dengan kode proyek sossaman yang resmi diberi nama Intel Dual-Core Xeon LV. Sayangnya Processor tersebut tidak mendukung teknologi EM64T agar bisa menerima instruksi 64bit.

Sampai dikeluarkannya proyek Merom dimana proyek ini menggunakan arsitektur baru dimana telah mendukung EM64T untuk keluarga core duo. Untuk kepentingan Desktop dikeluarkanlah Conroe untuk menggantikan Pentium 4 dan Pentium D.

Dari sisi AMD tampaknya dual corenya berjalan mulus dengan proyek Manchester dan Toledonya. Dimana arsitekturya dikembangkan dari pendahulunya.

sampai masuk zamannya 4 cores dalam inti processor, persaingan tetap tiada henti. Tapi kabar terbaru yang didengar AMD sudah meliris beberapa variant 4 cores dengan arsitektur 90nm. (Sesangar apa lagi processor ini) walaupun pada L2 cache (L1-/L2-/L3 Cache: Memori sementara prosesor untuk data, perintah, dan hasil. Biasanya, semakin besar jumlah chache, semakin cepat pula kinerjanya.) masih unggul dalam angka total 8 MB untuk variant Core 2 Quad Q6600
dan Core 2 Extreme QX6700.

::::: Winamp :::::Christian Bautista – Hand To Heaven ================

//Perbandingannya dimana?????? (in the end)

Berdasarkan hasil pengamatan dilapangan (untuk yang bisa dilihat dengan mata ^_^), misi dari AMD dan Intel sudah berbeda jauh. Intel lebih fokus dengan masalah kecepatan processor. Sedangkan intel lebih mengutamakan keefisienan kinerja processor.

dari segi arsitektur, semenjak kemunculan AMD K7, arsitektur AMD sudah jauh diatas Intel dimana teknologi merupakan pengembangan dan penyempurnaan dari teknologi pendahulunya sehingga AMD lebih upgradable dan overclockable sampai puncaknya teknologi 90nm yang belum dimiliki Intel. Sedangkan Intel lebih memilih merancang teknologi baru dengan membuang teknologi lama (seperti pada proyek Yohan dan Merom). Mungkin ini termasuk dalam strategi bisnisnya intel dimana ganti processor berarti ganti komputer.

Inovasi tiada henti AMD yang terus menelurkan produk baru lebih dulu dari Intel dimana produknya cukup berkualitas dengan harga yang lebih murah, lebih kokoh dengan teknologi 64bit dimana intel masih ketinggalan dengan teknologi 64bitnya dengan harga berbanding lurus dengan kecepatannya (harga processor intel emang bikin Ngeri).

AMD lebih unggul dalam pengelohan komunikasi aplikasi, seperti transfer data pada modem, ADSL, MP3 da Doubly Digital Surrounding berkat adanya Digital Signal Processing. Namun masih kalah dari Intel dalam kemampuan “benchmark” untuk aplikasi proses Multimedia (audio, video, animasi, dll). Jelas terlihat Intel untuk komputer pekerja AMD untuk komputer having fun. Bahkan para gamer sejati pasti lebih memilih processor AMD dari pada Intel
sayangnya Teknologi coolingnya Intel lebih gaul dari pada AMD berkat adanya Enhanced Intel Speedstep Technology (EIST) dan berkat teknologi ini da arsitekturnya membuat processor lebih hemat energi sehingga processor intel banyak dipakai pada laptop/notebook. (Hal ini menjelaskan mengapa komputer gamer pasti sangar dengan berbagi perangkat cooler tambahan.)

Salah satu kekurangan AMD yang paling sangar dari pada Intel adalah AMD kurang terkenal dimata masyarakat awam, mungkin karena promosi yang tidak seganas Intel.Hal ini mungkin juga dikarenakan AMD lebih terfokus mengembangkan teknologinya dari pada menyisihkan dana buat iklan……..

Untuk hal yang bersifat teknis seperti betul-betul membandingkan dua variant AMD dan Intel yang sejenis untuk menentukan mana yang lebih unggul, mungkin lebih baik bertanya pada mbah google atau membeli majalah hardware, mengingat banyak sekali variannya (lebih karena malas ^_^)…….(end).

:::: Winamp :::::: Avenged Sevenfold - Dear God ================================


0 comments: