Interaksi masyarakat dengan infrastruktur perbankan ini, sangat menarik untuk dipelajari mengingat evolusi perkembangan teknologi perbankan tidak hanya mencakup wilayah tertentu dan terbatas tetapi mencakup perkembangan global. Sedangkan perkembangan pola pikir masyarakat tentang teknologi terutama teknologi perbankan tidak selaras. Untuk itu, kami memilih sample mahasiswa di sekitar Universitas Kristen Duta Wacana di Yogyakarta. Pemilihan sample tersebut mengingat Yogyakarta merupakan barometer IT Indonesia dan Universitas Kristen Duta Wacana merupakan sekolah IT yang favorit di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Di era tahun 90-an, masyarakat luas pada umumnya menggunakan jasa perbankan untuk menabung dan meminjam uang. Seiring dengan kemajuan perekonomian dan kebutuhan pasar (masyarakat), fungsi perbankan tidak hanya untuk menabung dan meminjam uang saja, tetapi sudah menjamah transaksi-transaksi finansial perseorangan maupun corporat. Dengan sistem yang canggih, perseorangan ataupun corporat dapat mengakses account atau rekeningnya dimana saja dan kapan saja dengan berbagai fitur-fitur baru yang menarik. Adapun kemudahan yang ditawarkan antara lain :
- Teller
Mengingat kebutuhan masyarakat yang begitu besar, banyak bank yang membuka cabang dimana-mana terutama di tempat-tempat strategis seperti kawasan bisnis dan kampus. Selain bisa menabung atau menarik uang di teller tersebut, kita juga bisa membayar tagihan listrik, telephone, uang kuliah atau transfer antar account. - ATM (Automatic Teller Machine)
Dengan ATM kita bisa menarik uang tunai dimana saja dan kapan saja selama terdapat mesin. Ditambah lagi dengan adanya fasilitas pembayaran pulsa HP pasca bayar, PLN, PAM, TV Berlangganan, Provider Internet, Pembayaran Uang Kuliah dan lain sebagainya. - Internet Banking
Dengan perkembangan teknologi internet, kini nasabah bank bisa mengakses account/rekeningnya melalui internet, sehingga tidak perlu ke bank lagi untuk melaksanakan transaksi finansial. Bahkan transaksi bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja selama ada jaringan internet. Bahkan pada hari sabtu, minggu maupun tengah malam. Sangat cocok bagi kalangan bisnisman yang memiliki arus perputaran uang yang cepat. Dengan internet banking nasabah bisa melakukan transaksi finansial seperti transfer uang antar rekening, pembayaran tiket pesawat, provider internet, telephone, pembelian pulsa prabayar maupun pasca bayar. Kekurangannya kita tidak bisa menarik uang tunai. - SMS Banking
HP kini sudah merupakan suatu gadget dimana hampir setiap orang memilki alat ini. Fitur yang paling banyak dipakai dari gadget yang satu ini adalah fitur pesan singkat atau sms dimana trafick sms Indonesia perbulannya cukup tinggi dibandingkan dengan Negara-negara tetangga dengan tarif yang lebih murah. Oleh karena itu developer bank memamfaatkan statistic tersebut dengan memasang fitur sms banking. Dengan sms bangking nasabah bisa mengakses accountnya dimana saja dan kapan saja selama ada jaringan telephone selular. Dengan sms banking kita bisa membayar tagihan dan membeli pulsa juga mentransfer rekening antar account. Kekurangannya nilai transaksi nasabah dibatasi hanya hingga nominal 2 juta per hari.
Berdasarkan hasil pengamatan, tidak semua fasilitas yang disediakan oleh bank telah digunakan secara maksmal. Yang paling banyak digunakan adalah Mesin ATM dan Teller. Itupun hanya sebatas menarik dan menabung uang saja. Walaupun ada beberapa Mahasiswa yang sudah menggunakan mesin ATM untuk keperluan yang lainnya seperti membayar uang kuliah. Namun jumlahnya masih sangat sedikit dibandingkan dengan Mahasiswa yang menggunakan jasa Teller untuk membayar uang kuliah. Pengguna Internet dan SMS Banking juga sangat sedikit sekali. Dari beberapa responden yang kami temui, tercatat hanya satu orang yang aktif menggunakan kedua fitur ini. Belum maksimalnya penggunaan fasilitas perbankan tersebut lebih dikarenakan adanya perasaan was-was dan tidak percaya terhadap keamanan transaksi yang akan dilakukan. Menurut pengakuan beberapa responden, responden lebih memilih untuk melaksanakan pembayaran secara langsung walau harus mengalami antrian yang cukup panjang dari pada melalui ATM, Internet dan SMS banking. Mengingat transaksi yang dilakukan menyangkut tentang transaksi finansial, hal ini wajar. Rasa aman dalam melaksanakan transaksi menjadi satu prioritas utama dalam memilih berbagai fitur yang disediakan oleh bank.
Kurangnya kepercayaan terhadap fasilitas modern yang ditawarkan oleh bank dikarenakan masyarakat hanya menerima setengah-setengah informasi tentang teknologi tersebut. Kebanyakan yang diterima masyarakat adalah resiko-resiko negatif dari penggunaan teknologi tersebut. Selain itu masyarakat lebih berasumsi secara global, dengan kata lain infrastruktur TI di Indonesia masih buruk sehingga masyarakat beranggapan Infrastruktur teknologi perbankannya juga buruk. Selain itu proses registrasi penggunaan layanan tersebut masih sedikit rumit bagi orang awam dan memerlukan waktu yang khusus dan lama, sehingga masyarakat enggan untuk mendaftar.
Berdasarkan pembahasan diatas, kami dapat menarik kesimpulan bahwa perkembangan sistem informasi perbankan belum memberikan pengaruh yang significant dalam prilaku perbankan masyarakat. Hal ini dikarenakan belum lengkapnya informasi yang diterima masyarakat mengenai teknologi baru perbankan tersebut. Untuk itu perlu diadakannya penyuluhan, promosi atau seminar tentang teknologi perbankan tersebut. Selain itu, karena keterbatasan penulis, penelitian ini masih menggunakan cakupan sample yang sangat kecil sehingga perlu diadakan penelitian serupa dengan cakupan sample yang lebih luas. [readmore]